Software Testing dengan Metode Black Box

metode black box testing

metode black box testing, via http://softwaretestingfundamentals.com/

Pengertian Black Box Testing
Pengujian black box juga dikenal sebagai Behavioral Testing merupakan sebuah metode pengujian software dimana internal struktur, desain, dan implementasian dari suatu bagian yang sedang diuji tidak diketahui oleh pengujinya. Dalam pengujian black box yang diuji adalah fungsionalitas maupun non-fungsionalitasnya, meskipun biasanya yang diuji adalah hanya fungsionalitasnya saja.
Metode pengujian software ini dinamakan black box dikarenakan software program yang sedang diuji dimata penguji atau testernya adalah seperti kotak hitam; apa apa didalamnya tidak diketahui. Metode pengujian ini diseleggarakan untuk mencari error-error didalam kategori berikut ini:

  1. Tidak benar atau hilangnya fungsionalitas
  2. Error desain antar muka
  3. Error di dalam struktur data atau akses external databas
  4. Error di performanya
  5. Error pada inisialisasi dan terminasi

Pengertian dari ISTQB

  • Black box testing: Pengujian terhadap funsionalitas atau non-fungsionalitas softaware atau sistem tanpa mengacu pada struktur internalnya.
  • Teknik perancangan black box testing: procedure untuk mengambil dan/atau memilih kasus pengujian berdasarkan pada sebuah analisis spesifikasi maupun fungsionalitas atau non-fungsionalitas dari sebuah komponen atau sistem tanpa mengacu atau mempertimbangkan struktur internalnya.

Contoh black box testing:
Seorang tester tanpa memiliki pengetahuan mengenai struktur internal dari sebuah website menguji halaman website dengan menggunakan sebuah browser; memasukan inputan dan mengecek apakah outpunya sesuai dengan yang diharapkan atau tidak.

Black box testing cocok pada level pengujian:
1. Integration testing
2. System testing
3. Acceptance testing

Teknik-teknik dalam black box testing
Berikut ini merupakan beberapa tenik yang bisa digunakan untuk merancang pengujian black box ini:

  1. Equivalence partitioning
    Teknik ini merupakan teknik pengujian software yang melibatkan pembagian nilai input kedalam bagian nilai valid dan tidak valid dan memilih nilai perwakilan dari masing-masing sebagai data test.
  2. Boundary vallue analisys
    Teknik ini merupakan teknik pengujian software yang melibatkan penentuan-penentuan nilai input dan memilih beberapa nilai dari batasan-batasan tersebut baik luar maupun dalam dari batasan-batasan tersebut sebagai data test.
  3. Cause Effect Graphic
    Teknik ini merupakan teknik pengujian software yang melibatkan penidentifikasian sebab-sebab (kodisi input) dan akibat-akibat (kondisi output), menghasilkan grafik sebab-akibat dan kasus-kasus test.

 

Keuntungan menggunakan pengujian black box
Balck box testing ini memiliki beberapa keuntungan diantaranya adalah:

  1. Pengujian ini merupakan pengujian yang langsung barasal dari sudut pandang pengguna dan akan mengungkapkan ketidak-sesuain dari spesifikasi.
  2. Penjuji atau tester tidak perlu mengetahui pengetahuan mengenai bahasa pemograman atau bagaimana software tersebut diimplementasikan.
  3. Pengujian ini bisa dilaksanakan tidak teragantung developer sehingga peujian ini lebih objektif.
  4. Pengujian bisa langsung dilaksanakan apabila spesifikasi softwarenya telah selesai dibuat.

Kelemahan menggunakan pengujian black box
Balck box testing ini memiliki beberapa keuntungan diantaranya adalah:

  1. Hanya beberapa inputan yang memungkinkan bisa untuk diujikan dan banyak path program tertinggal tidak diuji.
  2. Tanpa spesifikasi yang jelas sebagaimana terjadi di dalam banyak projek maka akan sulit untuk mendesain rancangan uji kasus.
  3. Pengujian akan redundan apabila desainer atau developer telah melaksanakan uji kasus.

Sumber: http://softwaretestingfundamentals.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *